Istilah-Istilah dalam Perhitungan Statistik K3





Istilah-Istilah dalam Perhitungan Statistik K3

Tanggal Publikasi : 07 Jan 2021     Kategori : Dasar K3     Views : 285
Istilah-Istilah dalam Perhitungan Statistik K3

Di tempat kerja, sebagai seorang HSE sobat sehat kerjaku tentunya memiliki jobdes rutin yang harus dikerjakan seperti membuat laporan menjadi tugas rutin dari seorang HSE. Salah satunya adalah membuat laporan terkait HSE statistik, dimana didalamnya sobat dituntut untuk menganalisis performance HSE di tempat kerja kalian setiap bulannya. Dengan penilaian/perhitungan statistik K3 diharapkan dapat memberikan masukan ke manajemen mengenai tingkat kecelakaan kerja serta faktor yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mencegah berkurangnya kinerja K3.Ada beberapa jenis istilah dalam statistik K3 yang harus sobat sehat kerjaku ketahui. Kali ini mimin akan membahas terkait istilah dalam perhitungan statistik K3.

FR (Frequency Rate) adalah banyaknya jumlah kecelakaan hari hilangdalam satu juta jam kerja selama periode tertentu (Bulanan, 3 Bulanan, 6Bulanan atau Tahunan). FR digunakan untuk identifikasi jumlah cidera yang menyebabkan tidak bisa bekerja per 1 juta orang pekerja. Dalam menghitung FR ini ada 2 data penting yang sobat sehat kerjaku haru ada nanti yaitu Jumlah jam kerja hilang akibat kecelakaan (Lost time Injury/LTI) & Jumlah jam kerja orang yang telah dilakukan (manhours).

Rumus FR = (Jumlah cidera dgn hilang waktu kerja x 1,000,000) / Total Person-hours Worked
Contoh: Sebuah perusahaan memiliki total pekerja sebanyak 15000.jumlah jam kerja yang telah dicapai 3000000 juta jam kerja orang. Pada saat yang sama cidera yang menyebabkan hilangnya waktu kerja sebanyak 73. Berapa frekuensi ratenya ?
Jawab:FR= 73x1000000/3000000= 24.33
Intepretasinya adalah bahwa pada periode orang kerja tersebut terjadi hilangnya waktu kerja sebesar 24.33 jam per-sejuta orang kerja. Namun Angka ini tidak mengindikasikan tingkat keparahan kecelakaan kerja. Angka ini hanya mengindikasikan si pekerja tidak berada di tempat kerja setelah terjadinya kecelakaan kerja.

 

SR(Severity Rate) adalah indikator hilangnya hari kerja akibat kecelakaan kerjauntuk per sejuta jam kerja orang. Rumus SR = ( Jumlah hari kerja hilang x 1,000,000)/ Total Person-hours Worked.

Contoh: Sebuah tempat kerja telah bekerja 1.825.000 jam orang, selama setahun telah terjadi 5 kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan 175 hari kerja hilang. Tentukan rate waktu kerja hilang akibat kecelakaan kerja tersebut.

Jawab:

FR= 5 x1.000.000/1.825.000= 2.7

SR= 175x1.000.000/1.825.000=95

maka Inteprtasinya adalah selama kurun waktu tersebut berarti, pada tahun tersebut telah terjadi hilangnya waktu kerja sebesar 95 hari per sejuta jam kerja orang.


ATLR(Average Time Lost Rate) merupakan indikator tingkat durasi yang mengindikasikan tingkat keparahan suatu kecelakaan. ALTR ini merupakan kombinasi antara FR dan SR. ALTR dihitung dengan membagi jumlah hari kerja yang hilang akibat kecelakaan dengan jumlah jam kerja yang hilang (LTI). Rumus ATLR= (Number of LTI x 1,000,000) / Total Person-hours Worked Atau Average Time Lost Rate = ( Frekwensi Rate) / Severity Rate

Contoh: Sebuah perusahaan memiliki total pekerja sebanyak 15000.jumlah jam kerja yang telah dicapai 3000000 juta jam kerja orang. Pada saat yang sama cidera yang menyebabkan hilangnya waktu kerja sebanyak 76. Kemudian dari laporan Kecelakaan Kerja selama 6 bulan diperoleh informasi sbb:
20 kasus hilang waktu kerja dalam 3 hari sekali = 60
8 kasus hilang waktu kerja dalam 6 hari sekali = 48
22 kasus hilang waktu kerja dalam 14 hari sekali = 308
4 kasus hilang waktu kerja dalam 20 hari sekali = 80
20 kasus hilang waktu kerja dalam 28 hari sekali = 560
2 kasus hilang waktu kerja dalam 42 hari sekali = 84
Total keseluruhan = 1.141 hari kerja hilang
Maka, Rerata Hilangnya Waktu kerja = 1.141 / 76 = 15.01
Intepretasinya adalah dari informasi contoh diatas manajemen akan lebih jelas memperoleh informasi bahwa organisasi mempunyai hilang waktu kerja kecelakaan sebesar 76 tiap sejuta jam kerja orang dengan rata-rata menyebabkan 15 hari tidak masuk kerja. Dengan informasi ini cukup bagi manajemen untuk membuat keputusan untuk pencegahan lebih lanjut 

 
LTIFR (Lost Time Injury Frequency Rate) digunakan untuk mengetahui banyaknya kecelakaan per satu juta jam kerja orang selama periode satu tahun. 

Contoh: Suatu perusahaan dengan karyawan 15.000 tenaga kerja, yang kegiatannya 72minggu, dengan 40 jam perminggu mengalami 45 kecelakaan dalam setahun. Akibat kecelakaan tersebut tenaga kerja tidak masuk kerja 7% dari seluruh waktu kerjanya. Berapa frekwensi ratenya ?
Besarnya jam orang hilang = 15.000 x 72 x 40 = 43.200.000 
Tidak masuk kerja 7% = 0,07 x 43.200.000 = 3.024.000 
maka total Jam kerja orang hilang sesungguhnya : 43.200.000-3.024.000 = 40.176.000

Maka LFTR = 45 x 1.000.000/ 40.176.000 = 1.1
Intepretasinya adalah dalam setahun terjadi kira-kira 1.1 kecelakaan pada setiap 1.000.000 jam manusia. 

 

IR (Incidence rate) digunakan untuk menginformasikan presentasi jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di tempat kerja per jumlah tenaga kerja yang terpapar.Rumus IR = ( Jumlah Kasus x 100) / Jumlah tenaga kerja terpapar
Contoh : Sebuah perusahaan memiliki total pekerja sebanyak 15000.jumlah jam kerja yang telah dicapai 3000000 juta jam kerja orang. Pada saat yang sama terjadi kasus cidera 73 kasus. berapa Incidence ratenya?
Incidence Rate = ( 73 x 100 ) / 15.000 = 0,48%

 

Safe-T Score adalah nilai indikator untuk menilai tingkat perbedaan antara dua kelompok yang dibandingkan. apakah perbedaan pada dua kelompok tersebut bermakna atau tidak. Dalam statistik biasanya disebut sebagai t test. Rumus Safe-T Score =(FR Sekarang – FR Sebelumnya ) / ( ( FR Sebelumnya)/ 1 Juta jam kerja orang sekarang)).

Contoh :
di Lokasi A pada tahun lalu terjadi 10 kasus kecelakaan,dengan10.000 jam orang kerja.FR= 1.000
Tahun ini di lokasi A terjadi 15 kasus kecelakaan, 10.000 jam orang kerja. FR = 1.500

di Lokasi B pada Tahun lalu terjadi 1000 kasus kecelakaan, dengan 1.000.000 jam orang kerja.FR= 1.000
Tahun ini di lokasi B terjadi 1,100 kasus kecelakaan, dengan 1.000,000 jam orang kerja.FR= 1.100


Jawab:
                         Frekwensi Rate Sekarang – Frekwensi Rate Sebelumnya
Safe-T Score = -----------------------------------------------------------------
                          Frekwensi Rate Sebelumnya/1Juta jam kerja orang sekarang

Lokasi A
Safe-T Score = (1,500 – 1,000)/ akar dari ( 1000/0.01) = 500/ 317 = Safe-T Score = +1,58
Artinya peningkatan 50% jumlah kasus pada lokasi A termasuk peningkatan yang tidak bermakna


Lokasi B
Safe-T Score = 1,100 – 1,000/ akar dari ( 1000/0.01) = 100/ 317 =Safe-T Score = +3,17
Artinya peningkatan 10% jumlah kasus pada lokasi ini ada perbedaan yang bermakna, artinya ada sesuatu yang salah, yang perlu mendapat perhatian.
 

Nah sobat sehat kerjaku, itu tadi beberapa istilah dalam statistik K3 yang perlu sobat sehat kerjaku pahami, dan ingat angka-angka yang muncul nantinya dari istilah diatas merupakan tingkat pencapaian yang sifatnya spesifik per tempat kerja (tidak bisa dijadikan patokan untuk tempat kerja lainnya) karena jumlah tenaga kerja dan kondisi lingkungan kerja tentunya berbeda satu sama lainnya.



Share ke Sosial Media :
Tertarik dengan Pelayanan yang Kami sediakan ? Mari Berdiskusi