LOCKDOWN Dalam Perspektif Epidemiologi Klinik





LOCKDOWN Dalam Perspektif Epidemiologi Klinik

Tanggal Publikasi : 29 Mar 2020     Kategori : Covid-19     Views : 752
LOCKDOWN Dalam Perspektif Epidemiologi Klinik

Informasi 28 Maret 2020, 15.46 WIB, bahwa pasien positif Covid -19 di Indonesia bertambah 109 kasus sehingga totalnya menjadi 1.155 kasus, sedangkan kasus kematian bertambah 15 orang menjadi 102 orang. Ini berarti angka kematian di Indonesia (CFR) nya adalah 102/1155 = 8,8%. Tingkat kematian dunia saja 4,15%, dan lebih tinggi dari tingkat kematian di Italia (8,57%)

Pada dasarnya prinsip penyakit infeksi adalah keseimbangan host-agent- environment

Host adalah sistem imun (manusia) yang sesuai (normal/not immunocompromise/immunodefisiensi). Penelitian Guan dkk di Wuhan, usia rata-rata pasien adalah 47 tahun, dengan 41,9% perempuan dan selebihnya laki-laki. Sebesar 6,1% dirawat secara intensif, termasuk 5% yang dirawat di ICU, 2,3% yang menjalani ventilasi mekanik invasif. Di antara yang bukan penduduk Wuhan, 72,3% memiliki kontak dengan penduduk Wuhan, termasuk orang asing 31,3% pernah mengunjungi kota.

Agent adalah virulensi dari coronavirus ini, riset tentang covid 19 ternyata virus ini mudah bermutasi, riset di Wuhan ternyata strain yang lebih virulen mempunyai masa inkubasinya yang lebih rendah dan pendek dari strain yang kurang ganas. Periode inkubasi rata-rata strain yang lebih virulen adalah 4 hari (rentang 2 hingga 7 hari). Sementara strain yang kurang ganas mempunyai periode inkubasi 14 hari.

Environment adalah lingkungan biologi dimana banyak kasus asimptomatik dan carier pada orang yang sehat dan suatu saat bisa saja terjadi transmisi dan reinfeksi, antara orang yang sehat versus sakit.
Secara umum, ada 2 hal yang harus diperhatikan dari pandemik infeksi ini; Penyebarannya dan fatalitasnya.

Para ahli epidemiologi menggunakan istilah Ro untuk menentukan berapa banyak orang yang bisa tertular oleh seorang penderita positif Covid-19 ini. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan Ro Covid-19 ini berkisar 1,5%-3,6%. Artinya seorang penderita positif Covid-19 bisa menularkan pada 2 atau 4 orang penderita baru. Faktor penting lainnya Case Fatality Rate (CFR). Data terakhir menunjukkan CFR di Indonesia paling tinggi di dunia (8,8%) dimana kematian sebagian besar disebabkan karena komplikasi gangguan pernapasan.

Kalau bicara masalah pandemik covid-19 di Indonesia ini maka penata-laksanaannya tidak bisa dilihat hanya satu sisi, yaitu manusianya saja, jelas percuma dan sia-sia sebab sekuat-kuatnya sistem imun host (manusia) jika interaksi biologi yang terus menerus terjadi antara agent (coronavirus) versus environmentnya tidak dilakukan manajemen kelola pandemi dengan baik maka suatu saat hukum seleksi alam akan berlaku dan berakhirlah riwayat kekuatan hostnya (manusia). Karena itu, sebagai manusia (host) maka kita harus bisa bertahan dari seleksi alam ini yaitu dengan mengendalikan interaksi biologi antara coronavirus versus lingkungan dengan cara memutuskan rantai interaksinya. Tata kelola cara memutuskan rantai interaksinya itu kuncinya pada environment dan itu ada pada kekuasaan pemerintah.

Kesimpulannya ya harus lockdown

 



Share ke Sosial Media :
Tertarik dengan Pelayanan yang Kami sediakan ? Mari Berdiskusi