Penerapan Keselamatan dan Kesehatan di sekolah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru





Penerapan Keselamatan dan Kesehatan di sekolah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Tanggal Publikasi : 25 Aug 2020     Kategori : Covid-19     Views : 46
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan di sekolah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Pandemi covid-19 telah membuat aktivitas lembaga pendidikan terpaksa harus dijalankan secara online. Tak sedikit orang tua maupun siswa yang mengeluh dengan proses pembelajaran yang dijalankan secara online. Banyak dari mereka yang memaksa pemerintah untuk membuak kembali aktivitas belajar mengajar seperti sedia kala. Namun pembukaan sekolah ini, tentunya harus dengan pertimbangan yang sangat baik, untuk itu pemerintah tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Aspek Keselamatan dan kesehatan baik siswa, pengajar serta pegawai lainnya di sekolah penting untuk diprioritaskan. Dalam buku saku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disusun Kemendikbud, Kemenkes, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri pembelajaran tatap muka dilaksanakan melalui dua fase yakni masa transisi dan masa kebiasaan baru. 

 

Masa transisi berlangsung selama dua bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. etelah masa transisi selesai, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah Zona Hijau maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasan baru," seperti yang dikutip dari buku tersebut.

 

Saat melakukan pembelajaran tatap muka baik siswa dan pengajar wajib menggunakan masker, cek suhu, waktu kegiatan belajar mengajar tatap muka dipersingkat, pengaturan jarak bangku antar siswa perlu diperhatikan maksimal 18 siswa dalam kelas. Hal lain yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kantin mulai dari kebersihan kantin serta hygienitas penjamah makanan pada pedagang kantin.

 

Tidak diingkari, sebagian besar siswa sudah rindu untuk belajar kembali di sekolah: bertemu dengan teman dan guru-gurunya. Namun sebagai masyarakat kita tidak boleh egois, mari sama-sama kita tingkatkan kesadaran kita dalam menaati protokol kesehatan. Untuk pemerintah semoga dapat menyiapkan exit strategy yang benar-benar efektif untuk mencegah agar siswa tidak menjadi korban Covid-19.



Share ke Sosial Media :
Tertarik dengan Pelayanan yang Kami sediakan ? Mari Berdiskusi