WASPADAI GANGGUAN MENTAL YANG DAPAT DIALAMI PEKERJA





WASPADAI GANGGUAN MENTAL YANG DAPAT DIALAMI PEKERJA

Tanggal Publikasi : 24 Jan 2020     Kategori : Stress Management     Views : 564
WASPADAI GANGGUAN MENTAL YANG DAPAT DIALAMI PEKERJA

WASPADAI GANGGUAN MENTAL YANG DAPAT DIALAMI PEKERJA

Tidak ada jawaban benar atau salah ketika memberi tahu orang di tempat kerja tentang kondisi kesehatan mental kita sobat. Memilih untuk memberi tahu orang lain dapat bergantung pada seberapa besar kondisi yang kita alami memengaruhi kinerja kita dalam bekerja, jumlah dukungan yang kita miliki di luar tempat kerja dan hubungan kita dengan kolega di kantor.
Mendiskusikan kondisi yang kita rasakan dengan atasan mungkin bisa jadi pertimbangan yang baik, jika itu mempengaruhi standar pekerjaan kita, atau jika ada kekhawatiran tentang kinerja. kali ini admin akan membahas mengenai beberapa masalah kesehatan mental yang mungkin kalian alami di kantor:

Gangguan Kecemasan
Bisa terjadi karena perasaan cemas yang berlebihan dan tidak terkontrol. Gangguan ini bisa jadi diakibatkan karena adanya trauma, sifat bawaan mudah cemas, stress. Jika dikaitkan dengan lingkungan kerja gangguan kecemasan biasanya menimpa pekerja yang bekerja di bawah tekanan ditambah faktor lainnya seperti memikirkan masalah keuangan. Namun gangguan kecemasan ini terjadi karena kondisi medis seperti penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, masalah pernafasan, dan penyakit lainnya. gangguan kecemasan yang umumnya terjadi seperti selalu merasa sedang di situasi yang sangat sulit, denyut jantung meningkat, berkeringat, tubuh gemetar, dan bernapas cepat, sulit untuk konsentrasi, sulit tidur, dan mengalami gangguan pencernaan, merasa lemah, mudah lelah, dan sesak.

Depresi
Sobat kalian pernah merasakan suasana hati kehilangan minat, semangat, sedih. Penyebab ketidakstabilan suasana hati ini bisa jadi karena perubahan hormon, perubahan proses kimia otak yang mempengaruhi suasana hati. Jika dikaitkan dengan lingkungan pekerjaan, orang yang mengalami depresi biasanya akan menunjukkan gejala seperti: merasa sedih, kosong, tidak punya harapan, dan menangis tanpa sebab, marah tanpa kendali, sensitif, mudah cemas, dan merasa frustasi pada masalah kecil, hilang minat pada rutinitas, seperti seks, hobi, atau olahraga, insomnia atau tidur berlebihan,
sangat mudah lelah, tidak nafsu makan dan tidak pernah cukup untuk istirahat, merasakan gejala fisik seperti nyeri punggung dan sakit kepala, sulit fokus, mengingat sesuatu, dan membuat keputusan. Dan jika berkepanjangan sering kali berpikir mengenai kematian dan melakukan percobaan bunuh diri.
Gangguan Bipolar
sering tidak kita sadari, lingkungan kerja selalu menuntut kita untuk selalu mengembangkan ide yang mana sangat diperlukan untuk selalu berpikir kreatif. Ternyata hal ini dapat memicu kecendrungan pekerja meningkatkan risiko bipolar. Bipolar merupakan gangguan suasana hati ekstrem, dari depresi menjadi mania. Penyebabnya adalah faktor genetik atau perubahan proses kimia otak yang memengaruhi kestabilan suasana hati. Episode depresi pada gangguan bipolar sama dengan gejala depresi pada umumnya, seperti merasa sedih, hampa, dan tidak ada minat untuk melakukan aktivitas. Sementara ketika kita berada pada kondisi episode mania akan ditunjukkan dengan perilaku impulsif yang berlebihan, sangat aktif hingga tidak merasa butuh istirahat, dan buruk dalam mengambil keputusan sehingga dapat melakukan tindakan yang berbahaya



Share ke Sosial Media :
Tertarik dengan Pelayanan yang Kami sediakan ? Mari Berdiskusi